Jumat, 03 Januari 2014

Sejarah Perkembangan SDLC / System Development Life Cycle

SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahapan: rencana (planning), analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance). Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan prototyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).
 

Pada pertengahan tahun 60-an terjadi kegagalan yang sangat besar dalam penerapan aplikasi EDP (Electronic Data Processing) untuk sistem-sistem besar, sebagian besar disebabkan tidak adanya pengembangan sistem. Sesudah terjadinya kegagalan tersebut pada akhir tahun 60-an dan awal 70-an, kesadaran akan pentingnya metodologi pengembangan sistem mulai tumbuh. Sejak itulah berbagai proposal metodologi mulai dibuat dan penerapan mereka mulai kelihatan. Para desainer dari hampir semua bidang metodologi pengembangan sistem informasi mempunyai pandangan yang sama, yaitu: mereka telah mengetahui bahwa proses pengembangan sistem informasi, baik yang berdasarkan komputer atau tidak, menyerupai dengan proses pengembangan sistem engineering.
Hubungan dengan konstruksi dan operasi berbagai jenis gedung, mesin, peralatan kimia yang merupakan contoh perkembangan sistem informasi engineering, kita dapat meringkas tahap-tahap proses perkembangan tersebut sebagai berikut
  1. Perencanaan (Planning)
  2. Analisis (Analysis)
  3. Desain (Design)
  4. Pelaksanaan (Implementation)
  5. Perawatan (Maintenance)
  6. Tahun 1960
    1. Analisis sistem sekarang
    2. Mengembangkan model konsep
    3. Tes Model
    4. Petunjuk instalasi baru
    5. Instalasi keseluruhan
    6. Sistem baru

    Tahun 1970
    1. Batasan definisi
    2. Studi pemgamatan
    3. Pengumpulan data dan analisis
    4. Sistem desain
    5. Rencana pelaksanaan
    6. Pengembangan
    7. Pengujian
    8. Interupsi
    9. Perawatan

    Tahun 1980
    1. Pengamatan awal
    2. Studi kelayakan
    3. Operasi dan sistem analis
    4. Permintaan pemakai
    5. Pendekatan dukungan teknik
    6. Desain konsep
    7. Evaluasi alternatif dan pelaksanaan
    8. Spesifikasi sistem teknik
    9. Perkembangan dukungan teknik
    10. Spesifikasi aplikasi
    11. Program aplikasi dan pengujian
    12. Prosedur pemakai dan kontrol
    13. Rencana pelaksanaan
    14. Rencana konversi
    15. Pengujian sistem
    16. Pelaksanaan konversi
    17. Penekanan dan pencarian
    18. Pengulangan pelaksanaan yang lalu

    Tahun 1983
    1. Definis masalah
    2. Studi kelayaka
    3. Analisis
    4. Sistem desain
    5. Desain keseluruhan
    6. Pelaksanaan
    7. Perawatan

    Kesalahan interpretasi mengenai tahap-tahap perkembangan sistem di atas adalah linier. Seolah olah semua fase dan tahap terlihat berderet secara berurutan. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Semua tahap pada proses perkembangan sistem tersebut mempunyai sifat dasar yang iteratif yaitu pekerjaan pada suatu tahap sering harus diulang-ulang, dan apapun yang dikerjakan pada suatu tahap mungkin perlu dikoreksi secara keseluruhan.
    Meskipun terdapat beberapa variasi diantara masing-masing tahap, metode sistem klasik ternyata tidak cukup untuk menghasilkan sistem informasi yang baik, kemudian sebagai tambahan pada penamaan tahap-tahap dari suatu daur hidup sistem, kita harus mempunyai beberapa peralatan dan teknik baku untuk mengembangkan sistem tersebut. Pada awal 70-an, beberapa peralatan dan metodologi dikumpulkan dengan nama metodologi terstruktur atau metodologi perkembangan sistem terstruktur atau metodologi analisis dan desain terstruktur. Pada dasarnya metodologi-metodologi tersebut menyajikan peralatan dan teknik tambahan kepada analis sistem, disamping ide tentang daur hidup sistem informasi.

    Referensi :

     

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Ijin Share

tiwiwidianti mengatakan...

terimakasih
My blog

Posting Komentar

please your comment n thanks ^.^

Template by:

Free Blog Templates