Kamis, 03 Mei 2012

Teori Pengambilan Keputusan

Pengertian
Pengertian pengambilan keputusan banyak dikemukakan oleh para ahli , yaitu ;
·         G.R Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan criteria tertentu atas dua atau lebih alternative yang mungkin.
·         Claude S. George, Jr : Mengatakan  proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternative.
·         Horold dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternative mengenai suatu cara bertindak yaitu ini dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
·         P. siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penellitian yang matang atas alternative dan tindakan.
jam : 04.01 PM tanggal : 3 Mei 2012
Jenis – Jenis keputusan
a.      Keputusan terprogram
Pengambilan keputusan terprogram : Jenis pengambilan keputusan ini.mengandung suatu respons otomatik terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin dapat diselesaikan dengan pengambilan keputusan jenis ini. Tantangan yang besar bagi seorang analis adalah mengetahui jenis-jenis keputusan ini dan memberikan atau menyediakan metode-metode untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang terprogram di mana saja. Agar pengambilan keputusan harus didefinisikan dan dinyatakan secara jelas. Bila hal ini dapat dilaksanakan, pekerjaan selanjutnya hanyalah mengembangkan suatu algoritma untuk membuat keputusan rutin dan otomatik. Dalam kebanyakan organisasi terdapat kesempatan-kesempatan untuk melaksanakan pengambilan keputusan terprogram karena banyak keputusan diambil sesuai dengan prosedur pelaksanaan standar yang sifatnya rutin. Akibat pelaksanaan pengambilan keputusan yang terprogram ini adalah membebaskan manajemen untuk tugas-tugas yang lebih penting. Contoh; keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang dll.

b.      Keputusan tidak terprogram
Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting di dalam pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tidak terstruktur yang jarang terjadi.




Rabu, 28 Maret 2012

PERANAN STAFF DALAM ORGANISASI

Staff adalah personil yang membantu atasan (pimpinan) mereka dalam melaksanakan tugas yang diberikan. (artikata.com /pk 10.51 / 27-03-2012)
Staff dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu;
1.     STAFF PENASIHAT
Dibentuk untuk memberikan saran, bantuan , dan jasa kepada seorang manajer. Staff penasihat juga memberikan saran – saran kepada pimpinan terhadap semua bidang yang menjadi tugas  dan tanggung jawab pimpinan. Jika diperlukan manager dapat menunjuk / mengangkat staff penasihat dalam bidang perencanaan, pengorganisasian, pemberi motivasi, pengawasan serta pengambilan keputusan. Supaya saran – saran yang diberikan kepada pimpinan merupakan saran yang sudah  matang, objektif dan telah diuji serta diteliti kebenarannya. Maka, saran – saran itu harus digarap melalui suatu proses. Proses pemberian saran itu melalui kegiatan sbb:
1.     Pengumpulan data dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian  atau riset.
2.    Mengadakan analisis fakta – fakta, informasi – informasi yang diterima.
3.    Mengadakan evaluasi atau penilaian.
4.    Membuat berbagai alternative atau kemungkinan.
5.    Mengadakan pemilihan dari berbagai kemungkinan yang dianggap paling baik.
6.    Membuat kesimpulan.
7.    Merumuskan saran – saran atau pertimbangan – pertimbangan dalam suatu bentuk tertentu  sehingga mudah dan cepat dipahami oleh atasan.
2.    STAFF PELAYANAN ( STAFF SPECIALIST)
Staff pelayanan adalah pembantu pimpinan dalam melancarkan serta menjalankan tugas – tugas organisasi. Fungsi utama staff pelayanan adalah  memberikan pelayanan yang sebaik – baiknya dalam bentuk kegiatan – kegiatan operasional bukan memberikan saran atau pertimbangan.
Organisasi garis (lini) dan staff adalah dua kelompok tenaga kerja. Kelompok pertama, tugasnya  bersifat menerjemahkan tugas pokok menjadi aktivitas, sedangkan yang lainnya  tugasnya melakukan kegiatan – kegiatan penunjang demi lancarnya roda organisasi dan mekanisme kerjasama yang harmonis. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Kedua kelompok ini mempunyai peranan penting dalam merealisasikan secara efektif dan efisien.
Pembahasan tentang pentingnya peranan staff dalam proses management berarti tidak saja membahas pentingnya kegiatan – kegiatan penunjang terlaksana dengan efisien dan ekonomis akan tetapi juga membahas pentingnya peranan karyawan staff dalam membantu management members dalam mengambil keputusan.
Sering kurang disadari bahwa tugas utama dari seorang pemimpin adalah mengambil keputusan segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi sebaiknya adalah diputuskan  demikian karena secara kebetulan terjadi.
Tugas-tugas yang dapat diberikan kapada karyawan staff antara lain adalah sebagai berikut :
  • Mengumpulkan data (fakta)
  • Menginterpretasikan data (fakta)
  • Mengusulkan alternatif tindakan
  • Mendiskusikan rencana-rencana yang sedang dipikirkan dengan berbagai hak dan memperoleh kesepakatan mereka atau memperoleh alasan mengapa rencana tersebut ditolak.
  • Mempersiapkan instruksi-instruksi tertulis dan dokumon-dokumen lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang merupakan realisasi dari rencana yang telah ditetapkan.
  • Mengamati kegiatan-kegiatan operasional dan kondisi-kondisi yang dihadapi untuk rnengadakan apakah instruksi-instruksi telah dijalankan dengan baik dan apakah instruksi tersebut menghambat atau mempelancar proses pencapaian tujuan.
  • Mengusahakan pertukaran informasi antara para petugas-petugas operasional mengenai pelaksanaan untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan koordinasi.
  • Memberikan informasi dan nasihat kepada petugas-petugas oporasional mengenai pelaksanaan tugas-tugas yang telah didelegasikan kepada mereka.
Dari peranan staff diatas dapat diketahui bahwa staff adalah hal yang diinginkan apabila :
  • Keterbatasan kemampuan pimpinan untuk melaksanakan tugas-tugas secara baik. Keterbatasan ini melingkupi ketarbatasan waktu, energi, pengetahuan, perhatian, pandangan dan sebagainya.
  • Tugas-tugas yang harus dijalankan belum dapat didelagasikan kepada bawahan, dapat disebabkan: (1) bawahan belum mempunyai kemampuan (2) secara efektif dan efisien lebih tepat wewenang tersebut diberikan kepada spesialist.

(pukul : 01:27 PM tgl 27-03-2012)



Template by:

Free Blog Templates